ERPAS / Studi Kasus
Satu perjalanan, bukan daftar fitur

Bayangkan seluruh sekolah Anda bekerja dari informasi yang saling terhubung.

Orang tua mendaftar. Siswa masuk ke kelas. Guru mengajar. Kehadiran dicatat. Tagihan berjalan. Buku dipinjam. Aset digunakan. Hasil belajar dianalisis. Pimpinan melihat gambaran keseluruhan. ERPAS dirancang agar rangkaian itu tidak terpecah menjadi banyak proses yang berdiri sendiri.

Ekosistem ERPAS untuk sekolah dan yayasan

Cerita ini dimulai dari satu yayasan dengan beberapa unit.

TK, SD, SMP, dan SMA tetap menjalankan pekerjaan masing-masing. Yang berubah adalah bagaimana informasi bergerak: data yang sudah dibuat tidak perlu terus dibangun kembali ketika proses berikutnya membutuhkan.

1. Calon siswa masuk

Pendaftaran, verifikasi, penerimaan, dan pembentukan data siswa menjadi satu perjalanan.

2. Tahun ajaran berjalan

Kelas, jadwal, guru, siswa, program akademik, dan presensi mulai membentuk kegiatan sekolah sehari-hari.

3. Layanan sekolah bergerak bersama

Keuangan, portal, perpustakaan, dan inventaris melayani siswa, guru, dan unit berdasarkan informasi yang sudah tersedia.

4. Belajar dan evaluasi

Guru menggunakan ruang kerjanya, siswa mengakses LMS, dan asesmen memberi gambaran hasil serta kompetensi.

5. Informasi naik ke pimpinan

Kepala sekolah dan yayasan tidak harus memulai dari kumpulan file baru setiap kali membutuhkan gambaran.

Ikuti perjalanan lengkapnya

Setiap halaman berikut berbicara tentang kejadian yang nyata di sekolah Anda, bukan tentang menu aplikasi.

01

Yayasan multi-unit

Bagaimana sekolah tetap mandiri sementara yayasan memperoleh gambaran lintas unit.

Ikuti ceritanya
02

Pendaftaran

Apa yang terjadi setelah orang tua mengisi formulir dan siswa diterima.

Ikuti ceritanya
03

Informasi siswa

Bagaimana satu data siswa dipakai kembali oleh berbagai layanan sekolah.

Ikuti ceritanya
04

Manajemen akademik

Bagaimana tahun ajaran, kelas, jadwal, dan penilaian menjadi tulang punggung kegiatan belajar.

Ikuti ceritanya
05

SDM & penggajian

Bagaimana guru dan staf ditempatkan, dikelola, dan dilihat sesuai unitnya.

Ikuti ceritanya
06

Presensi

Bagaimana kehadiran siswa dan pegawai menjadi informasi operasional, bukan sekadar daftar hadir.

Ikuti ceritanya
07

Keuangan & tagihan

Bagaimana tagihan, pembayaran, dan pelaporan dapat mengikuti siswa dan unit yang tepat.

Ikuti ceritanya
08

Ruang kerja guru

Bagaimana guru memperoleh satu tempat untuk pekerjaan pembelajaran yang relevan.

Ikuti ceritanya
09

LMS inti

Bagaimana siswa masuk ke materi dan aktivitas belajar tanpa kehilangan konteks sekolahnya.

Ikuti ceritanya
10

Asesmen & tryout

Bagaimana nilai berubah menjadi informasi kompetensi dan tindak lanjut belajar.

Ikuti ceritanya
11

Portal siswa & orang tua

Bagaimana keluarga memperoleh informasi yang memang relevan bagi mereka.

Ikuti ceritanya
12

Perpustakaan

Bagaimana koleksi dan peminjaman menjadi bagian layanan sekolah yang tertib.

Ikuti ceritanya
13

Inventaris

Bagaimana aset sekolah diketahui lokasi, kondisi, penggunaan, dan kebutuhannya.

Ikuti ceritanya
14

Informasi pimpinan

Bagaimana seluruh perjalanan tadi memberi kepala sekolah dan yayasan gambaran yang lebih siap digunakan.

Ikuti ceritanya
Gambaran lengkap ekosistem ERPAS