ERPAS / Studi Kasus
Studi kasus 04 · Manajemen akademik

Tahun ajaran tidak hanya tentang jadwal. Di sinilah kegiatan sekolah mulai tersusun.

Ketika siswa sudah aktif, sekolah perlu menempatkannya ke kelas, menjalankan kurikulum, menyusun jadwal, mengelola penilaian, dan menjaga seluruh kegiatan tetap berada pada periode yang benar.

Tahun ajaran tidak hanya tentang jadwal. Di sinilah kegiatan sekolah mulai tersusun.

Ketika tahun ajaran dimulai

Kepala sekolah, wakil akademik, guru, dan operator membutuhkan acuan yang sama tentang kelas, jadwal, mata pelajaran, periode, serta penilaian. Jika bagian ini terpisah, banyak proses berikutnya ikut harus dicocokkan secara manual.

1
Periode akademik ditetapkanTahun ajaran dan periode menjadi acuan proses.
2
Kelas & jadwal tersusunSiswa, guru, kelas, dan kegiatan belajar ditempatkan pada struktur yang tepat.
3
Pembelajaran berjalanGuru mengajar berdasarkan konteks akademik yang sama.
4
Penilaian & laporan mengikutiHasil belajar dapat ditempatkan pada siswa, kelas, dan periode yang benar.

Apa yang biasanya menyulitkan tim Anda?

Ketika proses ini berdiri sendiri, informasi mudah berpindah ke spreadsheet, chat, formulir, atau aplikasi lain. Akibatnya, staf perlu memeriksa ulang data yang sebenarnya sudah pernah dibuat.

Apa yang berubah ketika proses terhubung?

Informasi yang sudah terbentuk dapat dipakai oleh proses berikutnya. Tim Anda bekerja pada data yang sama, dengan tampilan dan kewenangan yang sesuai perannya.

Yang Anda dapatkan

  • Kegiatan akademik memiliki satu acuan yang lebih jelas.
  • Jadwal, kelas, dan penilaian tidak berjalan sebagai data terpisah.
  • Informasi akademik lebih siap digunakan oleh guru, siswa, dan pimpinan.