ERPAS / Studi Kasus
Studi kasus 08 · Ruang kerja guru

Guru membutuhkan satu ruang kerja yang mengikuti kelas, materi, tugas, dan tanggung jawab mengajarnya.

Guru tidak seharusnya menghabiskan banyak waktu hanya untuk berpindah antar-sistem. Ruang kerja yang terhubung membantu guru melihat pekerjaan yang relevan dengan kelas dan siswa yang diajar.

Guru membutuhkan satu ruang kerja yang mengikuti kelas, materi, tugas, dan tanggung jawab mengajarnya.

Ketika guru memulai hari mengajar

Guru perlu melihat kelasnya, materi, tugas, aktivitas belajar, dan informasi pendukung. Semakin banyak bagian yang berdiri sendiri, semakin banyak waktu yang hilang hanya untuk mencari konteks.

1
Guru masuk dengan identitasnyaSistem mengenali peran dan konteks kerja guru.
2
Kelas dan tugas relevan ditampilkanGuru fokus pada kelompok siswa yang menjadi tanggung jawabnya.
3
Materi & aktivitas disiapkanPembelajaran dapat diarahkan ke LMS atau aktivitas yang sesuai.
4
Hasil kembali ke proses sekolahTugas dan evaluasi dapat menjadi bagian dari perjalanan belajar siswa.

Apa yang biasanya menyulitkan tim Anda?

Ketika proses ini berdiri sendiri, informasi mudah berpindah ke spreadsheet, chat, formulir, atau aplikasi lain. Akibatnya, staf perlu memeriksa ulang data yang sebenarnya sudah pernah dibuat.

Apa yang berubah ketika proses terhubung?

Informasi yang sudah terbentuk dapat dipakai oleh proses berikutnya. Tim Anda bekerja pada data yang sama, dengan tampilan dan kewenangan yang sesuai perannya.

Yang Anda dapatkan

  • Guru lebih fokus pada pekerjaan mengajar.
  • Informasi kelas tidak perlu dicari dari banyak tempat.
  • Hubungan guru, siswa, dan pembelajaran menjadi lebih jelas.