ERPAS / Studi Kasus
Studi kasus 01 · Yayasan multi-unit

Setiap sekolah tetap mandiri. Yayasan tetap melihat gambaran yang utuh.

Jika yayasan Anda mengelola beberapa jenjang, setiap unit tetap membutuhkan ruang kerja dan keputusan operasionalnya sendiri. ERPAS menghubungkan unit-unit tersebut tanpa mencampur tanggung jawab sehari-hari.

Setiap sekolah tetap mandiri. Yayasan tetap melihat gambaran yang utuh.

Ketika yayasan ingin tahu kondisi seluruh sekolah

Tanpa sistem yang terhubung, pertanyaan sederhana di tingkat yayasan sering berubah menjadi permintaan rekap ke banyak kepala sekolah. Di ERPAS, unit tetap bekerja sendiri, tetapi hubungan organisasinya tetap terbaca.

1
Setiap unit bekerja pada datanyaTK, SD, SMP, atau SMA menjalankan proses sesuai kebutuhan unit.
2
Peran menentukan apa yang terlihatGuru, operator, kepala sekolah, dan yayasan bekerja sesuai kewenangannya.
3
Informasi penting tetap terhubungData tidak kehilangan hubungan dengan organisasi dan unit asalnya.
4
Yayasan memperoleh gambaran lintas unitPimpinan dapat melihat kondisi tanpa mengambil alih pekerjaan operasional sekolah.

Apa yang biasanya menyulitkan tim Anda?

Ketika proses ini berdiri sendiri, informasi mudah berpindah ke spreadsheet, chat, formulir, atau aplikasi lain. Akibatnya, staf perlu memeriksa ulang data yang sebenarnya sudah pernah dibuat.

Apa yang berubah ketika proses terhubung?

Informasi yang sudah terbentuk dapat dipakai oleh proses berikutnya. Tim Anda bekerja pada data yang sama, dengan tampilan dan kewenangan yang sesuai perannya.

Yang Anda dapatkan

  • Unit tetap fokus pada pekerjaan masing-masing.
  • Yayasan mengurangi ketergantungan pada rekap manual.
  • Kebijakan dan pelaporan lebih mudah dibaca lintas unit.