ERPAS / Studi Kasus
Studi kasus 03 · Informasi siswa

Satu siswa, satu identitas yang dapat digunakan oleh layanan sekolah yang relevan.

Setelah aktif, siswa tidak hanya mempunyai biodata. Sekolah perlu mengetahui unit, program, kelas, serta hubungan siswa dengan layanan yang akan digunakannya.

Satu siswa, satu identitas yang dapat digunakan oleh layanan sekolah yang relevan.

Saat siswa mulai menggunakan banyak layanan

Akademik membutuhkan data siswa. LMS membutuhkan identitasnya. Keuangan perlu mengetahui siapa yang ditagih. Portal harus menampilkan informasi milik siswa yang benar. Semuanya lebih sederhana jika berangkat dari identitas yang konsisten.

1
Identitas siswa tersimpanData dasar menjadi sumber yang konsisten.
2
Siswa ditempatkan pada programnyaHubungan dengan unit dan program tetap jelas.
3
Layanan membaca hubungan yang samaAkademik, LMS, asesmen, keuangan, dan portal tidak perlu mengenali siswa dari nol.
4
Perubahan mengikuti perjalanan siswaStatus atau program dapat diperbarui sesuai kondisi sebenarnya.

Apa yang biasanya menyulitkan tim Anda?

Ketika proses ini berdiri sendiri, informasi mudah berpindah ke spreadsheet, chat, formulir, atau aplikasi lain. Akibatnya, staf perlu memeriksa ulang data yang sebenarnya sudah pernah dibuat.

Apa yang berubah ketika proses terhubung?

Informasi yang sudah terbentuk dapat dipakai oleh proses berikutnya. Tim Anda bekerja pada data yang sama, dengan tampilan dan kewenangan yang sesuai perannya.

Yang Anda dapatkan

  • Lebih sedikit duplikasi data siswa.
  • Layanan sekolah lebih mudah saling terhubung.
  • Riwayat siswa lebih mudah dipahami dari waktu ke waktu.